Senin, April 27, 2015

Ketika Menjadi Seorang Sarjana Teknik

Ketika Menjadi Seorang Sarjana Teknik

Setelah lulus kuliah dan menjadi seorang sarjana teknik, saya ingin mengamalkan ilmu yang saya dapatkan dibangku kuliah agar ilmu yang saya dapatkan juga bisa bermanfaat bagi orang lain. Maka saya ingin mengimplementasikannya dengan mencari pengalamanan kerja, dan ingin bekerja di sebuah perusahaan Industri Pertambangan. Alasan saya memilih untuk bekerja di Industri Pertambangan pada bagian lapangannya, karena selain salah satu cita – cita saya juga untuk bekerja dilapangan juga menurut saya bahwa bekerja dilapangan pertambangan sangat cocok dengan sikap dan kebiasaan pribadi saya. Saya orangnya suka tantangan, dan lebih suka nyaman diluar ruangan.  Bekerja dilapangan dalam pertambangan tentunya juga mengasah kemapuan analisis saya karena kebanyakan dalam pengerjaan dilapangan pertambangan harus menentukan teknik penggalian, perencanaan dan pengontrolan. Maka dari itu saya dituntut harus kuat dalam analisis, dan itu juga merupakan tantangan bagi saya untuk lebih memperkuat analis.

Rencananya, saya bekerja di Industri Pertambangan selama 3 tahun. Karena saya masih memiliki keinginan lain yang menurut saya memang harus dilaksanakan. Setelah selesai bekerja di pertambangan, saya ingin melanjutkan kuliah ke jenjang selanjutnya yaitu S2. Kuliah S2 nya ingin di salah satu Universitas Negeri yang ada di Indonesia. Biaya kuliah untuk S2 sudah tidak mau lagi campur tangan dengan orang tua, semua administrasi kuliah S2 ingin saya yang membiayai sendiri. Dan saya berharap dari hasil kerja selama di pertambangan, bisa mencukupi seluruh biaya administrasi kuliah S2. Untuk kuliah S2, saya ingin mengambil jurusan Teknik Geologi. Karena teknik geologi ini saling berkaitan erat dengan pekerjaan saya sebelumnya. Agar bisa saling semakin berkaitan maka saya kira mengambil jurusan teknik geologi sudah tepat.

Selama berkuiah di S2, saya juga ingin sambil bekerja. Tetapi bekerja tidak dipertambangan lagi karena hal itu tidak memungkinkan. Jadi saya ingin bekerja di bagian pemerintahan, BUMN.










Referensi :

Minggu, Maret 29, 2015

Hak Asasi Manusia

 HAK ASASI MANUSIA

Dewasa ini masalah Hak Asasi Manusia (HAM) telah menjadi issue mendunia disamping demokrasi dan masalah lingkungan hidup, bahkan telah menjadi tuntutan yang sangat perlu perhatian yang serius bagi negara untuk menghormati, melindungi, membela, dan menjamin hak asasi warga negara dan penduduk tanpa diskriminasi.

Hak Asasi Manusia atau HAM adalah hak dasar yang dimiliki manusia sejak manusia itu dilahirkan. Hak ini dimilki oleh manusia bukan karena pemberian masyarakat atau pemberian negara tetapi Hak Asasi Manusia (HAM) itu diperoleh manusia dan penciptanya, yaitu Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan hak yang tidak dapat diabaikan. Hak Asasi Manusia (HAM) adalah konsepsi mengenai pengakuan atas harkat dan martabat manusia yang dimiliki secara alamiah yang melekat pada setiap manusia tanpa perbedaan bangsa, ras, agama, dan jenis kelamin. Secara universal Hak Asasi Manusia (HAM) diartikan sebagai hak dan kebebasan dasar manusia yang secara alamiah melekat pada diri manusia dan tanpa itu manusia tidak dapat hidup secara wajar sebagai manusia. Dalam buku ABC Teaching of Human Rights yang dikeluarkan oleh PBB didefinisikan sebagai “Those rights which are inherent in our nature and without which we cannot lives as human being” (Hak-hak yang melekat secara kodrati pada manusia yang tanpa itu tidak dapat hidup sebagai layaknya seorang manusia). Sementara itu dalam Preambule Perjanjian International Hak Sipil dan Politik dirumuskan sebagai “These rights derive from the inherent dignity of the human person” (Hak-hak yang berasal dari martabat yang melekat pada manusia).
Di Indonesia, kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) masih sering terjadi walaupun sudah ada lembaga yang berfungsi melakukan pengawasan, yakni Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Sering kali penyelesaiannya tidak tuntas, karena tidak ada tindak lanjut dari pemerintah. Pelanggaran bisa terjadi pada siapapun yang melakukan tindakan penghakiman pada pihak lain secara paksa yang bisa menimbulkan kerugian pihak lain. Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) bisa juga terjadi demi alasan mengejar pertumbuhan ekonomi.
Kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) ini dapat dikategorikan dalam dua jenis, yaitu :
1.      Kasus pelanggaran HAM yang bersifat berat, meliputi :
a.       Pembunuhan masal (genosida);
b.      Pembunuhan sewenang-wenang atau diluar putusan pengadilan;
c.       Penyiksaan;
d.      Penghilangan orang secara paksa;
e.       Perbudakan atau diskriminasi yang dilakukan secara sistematis.
2.      Kasus pelanggaran HAM yang biasa, meliputi :
a.       Pemukulan;
b.      Penganiayaan;
c.       Pencemaran nama baik;
d.      Menghalangi orang untuk mengekspresikan pendapatnya;
e.       Menghilangkan nyawa orang lain.
Contoh kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia, yaitu pada tahun 2014 di Indonesia digegerkan dengan adanya pelecehan seksual terhadap anak kecil yang dilakukan oleh Emon, seorang warga asli Sukabumi. Emon melakukan pelecehan seksual tersebut terhadap anak-anak dibawah umur dan bahkan mereka merupakan warga sekitar rumah Emon. Setelah kasus Emon selesai, jumlah korban melebihi seratus orang. Jumlah ini didapatkan polisi dari laporan warga sekitar yang melaporkan anaknya merupakan korban pelecehan Emon. Ketika polisi memeriksa rumahnya, polisi menemukan sebuah buku agenda dimana isi dari buku itu merupakan daftar nama-nama yang sudah menjadi korban kebiadaban Emon. Kejadian ini termasuk dalam kasus HAM yang berat karena ada unsur pelecehan seksual dan memakan korban sampai lebih dari seratus orang.
            Kasus pelanggaran lainnya terjadi kepada Walikota Tegal yang mana nama baiknya dicemarkan lewat salah satu akun facebook. Dua orang yang berinisial AS dan KR yang merupakan pemilik akun facebook melakukan penghinaan lewat wall facebooknya berupa teks maupun gambar-gambar yang bersifat menghina walikota Tegal.
       Dari contoh kasus pelanggaran HAM diatas yang merupakan sebagian  dari kasus – kasus pelanggaran besar di Indonesia. Dapat kita telaah agar tidak terlalu banyak pelanggaran -  pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia. Karena terlalu banyak pelanggaran – pelanggaran HAM yan terjadi tentunya menunjukan bahwa individu atau kelompok yang melakukan pelanggaran HAM tersebut tidak menghormati dan mengimplementasikan warisan – warisan leluhur kita terhadap kehidupan sehari – sehari. Maka dari itu sebagai warga negara yang baik harus menjaga dan mengimplemntasikan warisan leluhur bangsa Indonesia.
Hak Asasi Manusia (HAM) patut dilindungi, seperti hak asasi pribadi berbasis individual. Akan tetapi Hak Asasi Manusia (HAM) juga memiliki batasan, ini dimaksudkan demi menghindari keterluasan batas-batas sosial yang merujuk kepada individualisme. Namun jika Hak Asasi Manusia (HAM) untuk mengekang penegakan hukum, saya rasa itu sangat merugikan pihak negara dalam keamanan. Maksudnya adalah tertundanya tindakan tegas didepan umum yang mengatas namakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan sesuai dengan pancasila, yang menggambarkan kepribadian bangsa yang menolak individualisme. Yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang mengembangkan rasa cinta kepada tanah air, yang menjelaskan sikap tidak memaksakan kehendak diri terhadap orang lain dan yang mengembangkan sikap adil terhadap sesama. Hak Asasi Manusia (HAM) bukanlah sebuah dasar kejayaan. Akan tetapi telaahlah lebih lanjut ciptaan leluhur kita yaitu pancasila. Hak Asasi Manusia (HAM) hanya segelintir perangkat menuju kesejahteraan. Karena yang lebih penting dari itu adalah menghormati warisan leluhur kita, baik dari segi sikap, cara berpikir, cara bertindak dalam berbagai aspek. Jadi, solusi mengatasi keterluasan (yang sengaja diperluaskan) dalam Hak Asasi Manusia (HAM) adalah rasa persatuan dan perjuangan demi tanah air yang akan berakibat pada tegasnya tindakan, sikap, dan matangnya pengetahuan tentang bagaimana menyikapi dan membedakan antara hukum yang berlaku dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Referensi : Irsan Koesparmono, SIK, SH., MM, MBA, Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jakarta, 2007.

Jumat, Januari 16, 2015

Cerpen "Aku Harus Pergi"

Aku Harus Pergi

Di kota kembang ini mengawali langkahku untuk hidup jauh dari orang yang paling aku cintai dan aku sayangi, orang tua. Meninggalkan mereka begitu berat  dan begitupun denganku, apakah aku bisa bertahan tanpa bimbingan, kasih sayang dan perhatian mereka. Berfikir sebelum bertindak sudah menjadi kebiasaanku. Ketika akan memutuskan untuk pergi dan mengawali perjalanan hidupku untuk beberapa tahun kedepan tinggal di kota kembang ini, aku selalu meminta pendapat dari orang tua keluarga dan beberapa teman karibku. Ucapan selamat dan kebanyakan mereka bilang setuju untuk aku pergi ke kota kemabng ini. Tapi hanya seseorang yang tidak setuju untuk aku pergi kesana, iah ibuku tidak menyetujui untuk aku pergi kesana. Dengan pelukan hangat dan tangisan air mata beliau bilang. “Nak jangan pergi, kamu anak satu – satunya kami, kalau kamu pergi kami akan kesepian dan siapa yang akan membantu kami dikala kami membuthkan bantuan, kamu dengan sabarnya selalu menuruti perintah kami. Ibu mohon nak, jangan pergi”. Saat kutatap wajah ibuku, beliau begitu penuh kehwatiran tidak mau aku pergi meninggalkan beliau. Kutundukan kepalaku dan merenung sampai kemudian ayahku datang menghampiri ibuku dan ayahku menenangkan hati ibuku sambil diajak bicara. Entah apa yang mereka bicarakan, aku hanya duduk diam dan merenungkan apakah aku harus mengurung niatku untuk pergi kesana. Tak lama kemudian ibu dan ayah menghampiriku, mereka memeluk erat dan ibu dengan penuh tangisannya sambil bilang “Nak, setelah ayahmu menenangkan hati ibu yang penuh kehwatiran tidak mau kamu kenapa – kenapa bila pergi kesana, dan kami berdiskusi. Ibu sekarang setuju bila kamu benar – benar sudah bulat dengan keputusanmu untuk pergi ke kota kembang itu”. Ibu terus menangis dan memeluk penuh erat. Aku merasakan kekhwtiran dan keberatan ibuku untuk aku mencoba erantau kesana, akupun menangis sambil bilang “Terimakasih bu, sudah mengertikan dan mengijinkanku pergi ke kota kembang untuk menuntut ilmu, mencari pengalaman serta berkompetitif untuk mendapatkan hasil yang bagus dan maksimal”. Setelah keharuan itu aku pergi ke kamar untuk membereskan dan menyiapkan barang – barang yang perlu aku bawa. Tak lupa aku membuat sebuah surat untuk seseorang yang ingin aku jadikan pendamping dalam hidupku, inti dari isi surat itu bahawa “Maafkan aku meninggalkan kamu sementara, semoga kamu mengerti dan memakluminya. Hatiku sudah memilih kamu dan yakin bersamamu, tunggu aku bila kamu juga serius dan yakin denganku. Tapi jangan menunggu aku bila aku sudah tidak ada lagi di dunia ini. Rencana Allah siapa yang tahu, semoga Allah memberikan yang terbaik dan kita selalu dalam lindungan-Nya”. Sangat berat juga bagiku untuk meninggalkan dia, tetapi aku juga harus mewujudkan mimpi yang selama ini tertunda. Aku ingin menjadi mahasiswa yang berprestasi dan mendapatkan kepercayaan sehingga ketika sudah pulang lagi ke kampung halamku, aku ingin mengamalkan ilmuku dengan menjadi seorang guru dan ilmuan untuk membantu permasalahan – permasalahan yang ada disekitar kampungku. Keyakinan hatiku sudah bulat, aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Keesokan harinya ayahku memberikan tiket pesawat yang menuju ke kota Bandung. Akupun sangat senang, dibalik kesenangan itu ada kesedihan yang mendalam. Tapi kesedihan yang endalam itu harus  aku tebus kembali dengan ketika aku pulang lagi ke kampung halamanku, aku sudah menjadi orang yang sukses, dan banyak membantu orang – orang yang berada dikampung halamanku. Waktu pemberangkatan pesawatpun sudah tiba, pelukan yang mendalam dari orang tua akan selalu kuingat terus disaat aku menjalani hidup mandiri disana. Lambayan tangan dan tangisan mewarnai suasana waktu itu. “Maaf semuanya, aku harus pergi”. Itulah kata – kata terkahir yang aku ucapkan saat meninggalkan kampung halamanku.

Kamis, Januari 15, 2015

Cerpen "Tidak Menjadikan Sebuah Rintangan"

Mata Buta Bukanlah Sebuah Rintangan

Disamping trotoar terdengar suara kecil hentakan tongkat yang dipukul – pukul ke sisi jalan. Suara itu semakin keras terdengar, akhrinya aku menengok kearah suara yang semakin dekat dan keras itu. Tatapanku langsung tertuju kearah itu dan aku terdiam sejenak, melihat seorang pedagang makanan anak – anak yang berjalan pelan – pelan di sisi jalan raya dengan mata yang menengadah keatas dan tongkat yang digenggamnya itu menjadi petunjuk  saat dia sedang berjalan. Seraya memikul barang dagangannya, dia terus berjalan sampai nanti dia berhenti ketika ada orang yang akan membelinya. Akupun tiba – tiba menghentikan pedagang itu, dengan menepuk bahunya tapi pedagang itu malah terus jalan menyusuri sisi jalan raya, dan akupun menepuk pundaknya lagi sambil mengatakan “Mas, mau beli”. Akhirnya pedagang itu berhenti dan menyimpan barang dagangannya. Saat mau menyimpan barang dagangannya  pedagang itu sangatn kesulitan dan akhirnya aku bantu untuk menurunkannya. Dan dia mengucapkan “terimakasih, minta maaf saya tidak bisa melihat. Mau beli berapa agar – agarnnya?”. Lalu aku jawab pertanyaanya “Saya mau beli 5 agar aja mas”. Lalu dia menyajikan agar – agarnya, sambil dia meraba – raba untuk mengambil agar – agarnya lalu agar tersebut dia kasih taburan meses dan susu kental kaleng. Karena susu kaleng ini ada dua lubangnya dan pada kecil – kecil, pedagang itu berkali – kali meraba untuk meneukan lubang kecilnya lalu setelah ketemu dia menuangkan susu itu, tapi saat menuangkannya tidak begitu pas, malah ada yang sedikit kesamping agar – agarnya, saking dia tidak bisa melihatv dan sangat susah untuk menuangkan susu tersebut biar pas. Dan akupun langsung bantu bapak pedagang itu biar tidak meleber kemana - manasusu kalengnya. Tak tahan ingin sekali untuk mengeluarkan air mata tetapi saya coba untuk menahannya, kasihan meski memiliki keterbatasan fisik tetapi beliau tetap tegar dan berusaha semampu dia untuk bekerja dan menjadi tulang punggung keluarganya. Dan tidak bisa dipungkiri bahwa pekerjaan beliau ini sangat berisiko bagi beliau, dengan tidak bisa melihat beliau berjualana berkeliling seraya menyusuri sisi jalan raya. Disis lain saya sangat bangga sekali, derajat beliau masih tinggi karena beliau tidak minta – minta, tapi bekerja selayak normal orang lain. Setelah selesai menyajikannya, lalu saya bayar beliau dengan uang pas. Dan aku masih tidak tega melihatnya, membayangkan apabila aku ada diposisi beliau, bgaimana rasanya.  Ingin sekali dan seharusnya kungkin aku tadi memberi uang lebih saja, toh mungkin beliau juga tidak akan tau dan menerimanya saja. Ah aku sangat menyesal.

Setelah aku bayar, dengan memikul dan tidak bisa melihat beliau melanjutkan bejualannya kesamping – samping jalan raya. Ada keinginan hati untuk bisa mengikutinya dan bisa kenal lebih jauh tentang beliau dan bisa membantu dalam hal financial maupun dalam pekerjaanya. Tapi mungkin waktunya belum pas, karena kemarin juga sore melihatnya dan aku menuju arah pulang.

Cerpen "Kosan Tua"

Kosan Tua

Deringan telepon membangunkanku dalam keheningan sepertiga malam. Kejapan mata tak membuatku untuk beranjak dari tempat tidur. Saat deringan telepon itu berhenti sendiri rasanya mata ini serasa berat dan ingin sekali kupejamkan sampai datangnya terik matahari. Matapun tertutup dan mulai masuk ke dalam bawah sadar. Tapi apa daya saat deringan telepon pertama aku lupa mematikannya telepon itu berunyi lagi dan semakin keras deringan telepon itu. Akupun kejapkan kembali mata berat ini dan langsung mematikan telepon itu supaya tidak berdering lagi. Saat kusengaja menutup mataku, kurang lebih selama 15 menit aku masih tetap dalam keadaan sadar susah untuk mentidurkan kembali raga ini. Kubuka lagi mataku ini sambil memandang langit – langit kamar. Entah apa yang kubayangkan saat itu, aku melihat ada sekumpulan asap dalam kamarku. Tidak seperti asap biasanya yang muncul karena ada suatu penyebab, tapi asap ini tiba - tiba muncul dari lubang kecil pintu kamar kosan dan bergerak dengan lambat seakan asap tersebut membuat sebuah bentuk. Rasa takutpun muncul, mau mengucapkan katapun begitu susah seperti halnya orang yang gagap. Jantungpun berdebar- debar karena begitu kaget dan takut baru pertama melihat kejadian aneh speerti ini. Anehnya lagi kedua tangan aku susah untuk digerakkan, tanganku ini seperti ada yang menahan karena begitu beratnya untuk aku gerakkan. Aku hanya bisa membusungkn dada dan akhirnya setelah mencoba mengucapkan lafadz Allahuakbar, aku bisa mengeluarkan kata-kata itu dengan menggerakan bibirku. Kedua tangankupun bisa aku kembali gerakkan dan aku langsung mmeejamkan kedua mataku sambil seluruh badanku ditutup dengan selimut. Setelah kututup dengan selimut dalam pikiranku aku ingin kupakan kejadian itu, gak mau dipikir – pikir lagi dan aku anggap itu sebagai hal biasa. Dengan aku memikirkan hal itu, aku bisa tidur nyenyak sampai adzan subuh membangunkanku kembali untuk mengajak shalat fardu subuh di Masjid. Saat bangun subuh aku tak ingat kejadian sepertiga malam tadi. Ingat hal itu lagi ketika sedang menjalankan shalat subuh membayangkat kejadian hal itu. Sampai – sampai dalam aktivitas seharian itu aku selalu membayangkan kejadian hal itu dan selalu diselimuti oleh ketakutan.
Orang yang berada dikamar sebelahku mengatakan bahwa memang bangunan ini sudah lumayan cukup tua, jarang dihuni dan jarang dirawat pula bangunan ini. Tak heran apabila memang ada kejadian aneh seperti itu, entahlah karena aku belum pernah melihat hal – hal yang bersifat mistik. Jadi aku tak bisa menyimpulkan kejadian aneh itu seperti apa yang jelas ketika itu aku bener – bener merasakan keanehan yang sebelumnya belum pernah kualami.

Dengan selalu kita berikan energi positif pada bangunan tua ini, aku pikir tidak akan ada kejadian yang aneh lagi seperti itu. Dengan memperbanyak do’a, kemudian banyak membaca Alquran dalam bangunan ini dan memperbanyak ibadah insyAllah semuanya lancar lagi dan akupun bisa lebih merasa tenang.

Minggu, Desember 14, 2014

Pengenalan Fasilitas TIK

Pengenalan Fasilitas TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)


          Sebelum membahas jauh mengenai pengenalan fasilitas TIK, alangkah lebih baiknya mengetahui dulu penngertian dari TIK tersebut. Terdapat banyak pengertian mengenai TIK (Teknologi informasi dan komunikasi), diantaranya dipaparkan sebagai berikut :


1.      Menurut Eric Deeson, Harper Collins Publishers, Dictionary of Information Technology, Glasgow,UK,1991
 “Information Technology (IT) the handling of information by electric and electronic (and microelectronic) means.”Here handling includes transfer. Processing, storage and access, IT special concern being the use of hardware and software for these tasks for the benefit of individual people and society as a whole”

2.      Menurut Puskur Diknas Indonesia, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)    mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi.
a.       Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses,  penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
b.       Teknologi Komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.

3.      Menurut Susanto ( 2002 ) informasi merupakan hasil dari pengolahan data namun tidak semua hasil dari pengolahan tersebut dapat menjadi informasi.

         Dari beberapa paparan diatas dapat disimpukan bahwa yang dimaksud TIK itu adalah kebutuhan manusia dengan perantara sebuah alat yang bisa mengolah dan mengirim data baik satu atau dua arah. Dengan demikian di ea modern saat ini manusia tidak lepas dengan namanya TIK karena sudah menjadi kebutuhan sehari – hari

Fasilitas – fasilitas TIK

TIK tentunya tidak akan berjalan tanpa adanya fasilitas – fasilitas yang yang mendukung untuk terjadinya informasi dan komunikasi. Dengan adanya fasilitas – fasilitas tersebut TIK akan berjalan lancar dan masnuia akan semakin mudah dalam mengolah dan melakukan transfer sebuah data. Dan biasanya fasilitas – fasilitas TIK banyak digunakan atau dimanfaatkan oleh instansi berbasis pendidikan seperti disekolah SD – SMA/SMK maupun dikampus Universitas diseluruh dunia.


A. Beberapa Fasilitas Teknologi Informasi :

        1. Komputer
                Merupkan perangkat hardware dan software yang digunakan oleh user untuk mengolah dan menamilkan berupa tulisan, bambar video  hingga mengeluarkan suara. Dan rata – rata setiap rumah sudah meiliki satu perangkat komputer.
        2. Cash Register.
Sebuah alat yang digunakan untuk memperolejh informasi pembayaran kasir. Biasanya sering digunakan di tempat penjualan seperti toko kecil hingga besar.
        3. Kalkulator
Alat yang sudah idak asing lagi, yaitu untuk memperoleh informasi perhitungan angka yang kita inputkan.
        4. MP3 / MP4
Alat yang digunakan sebagai penyimpanan data dan merupakan pemutar music hingga video
        5. Televisi
Peralatan teknologi untuk menyampaikan informasi melalui gambar, suara  secara langsung.
     6. Radio 
Menyampaikan informasi lewat suara dari station pemancar frekuensi. Selalu


B. Fasilitas Teknologi Komunikasi

      1. Telephone
Alat untuk berkomunikasi dua atau lebih orang menggunakan suara. Ada beberapa macam telephone yaitu
             a. Fixphone (dekphone) yatu alat yang berbentuk pesawat sambungan tekan nomor dengan menggunakan kabel yang sifatnya tidak bisa dipindak ke tempat yang tidak ada jaringan
              b. Phone Celuller, yaitu alat komuniasi bentuknya pesawar seluler cukup kecil jadi mudah dibawa berpergian. Seiring dengan kecanggihan era modern ini sekarang bisa saling bercakap dengan saling tatap wajah di telephone dan searang yang disebut dengan smartphone.

     2. Telegraph
Yaitu perlatan komunikasi yang digunakan untuk mengirim sandi melalui jaringan telephone. peralatan ini cikal bakal teknologi modern

     3. Walky Talky
Yaitu peralatan komunikasi antara dua orang menggunakan pesawat khusus (HT) tanpa kabel menggunakan gelombang 11 meter atau 2 meter.
Komunikasi alat ini tidak memerlukan biaya atau tarif ,namun komunikasinya secara bergantian dan dapat didengarkan oleh orang lain pada gelombang yang sama.
Komunikasi jenis ini sering dinamakan brik-brikan ,dan yang sering menggunakan komunikasi dengan alat ini adalah pihak kepolisian dilapangan.

     4. Internet
Internet Mesenger yaitu komunikasi antara satu orang dengan orang lain menggunakan teks, suara atau video dengan komputer, komunikasi jenis ini dapat dilakukan dengan satu orang atau beberapa orang sekaligus (confenece) .komunikasi jenis ini selain menggunakan teks (chatting) tetapi juga dapat menggunakan suara (voice) bahkan sekarang dapat juga menggunakan streaming (Messenger dengan webcam).



Referensi :
http://iinsetiyaningsih.wordpress.com/

http://yanuarikurniawan2.wordpress.com/macam-macam-peralatan-tik-dan-fungsinya/

Rabu, Desember 03, 2014

PENGEMBANGAN KARAKTER



Pengembangan karakter yaitu suatu komponen karakter yang mengandung nilai perilaku dan dilakukan secara bertahap yang saling berhubungan antara pengetahuan nilai-nilai perilaku dengan sikap atau emosi yang kuat untuk melaksanakannya. Pengembangan karakter ini biasanya dilakukan di instansi - instansi yang berhubungan dengan sistem pendidikan. Misalnya pengembangan karakter di sekolah SMA, agar SMA tersebut melahirkan siswa-siswi yang baik, juga membuat siswa-siswi tersebut memiliki komitmen untuk melakukan berbgai hal yang terbaik dilingkup sekolah tersebut dan melakukan segalanya dengan benar dan akan memiliki tujuan dalam hidupnya.
Karakter juga dapat dikembangkan melalui tahap pengetahuan, pelaksanaan dan kebiasaan. Tetapi karakter juga harus menjangkau emosi dan kebiasaan diri.Sehingga membentuk tiga komponen karakter yang baik dengan pengetahuan tentang emosi, penguatan emosi tentang moral dan perbuatan tentang tindakan moral.pengetahuan tentang moral dapat menjadikan seseorang membangun nilai-nilai moral, logika moral dan keberanian diri seseorang dalam mengambil sikap hingga meningkatkan kepercayaan diri. Penguatan tentang moral ini menuntuk untuk menguatkan emosi sehingga menjadi seseorang yang berkarakter, misalnya seseorang itu mampu untuk bisa lebih sadar dan peka terhadap derita orang lain, juga mampu mengontrol diri sehingga tidak mudah marah dan bisa meningkatkan kepercayaan dan akan kesadaran jati diri.  Pengetahuan tentang tindakan moral merupakan hasil dari dua komponen karakter lainnya yaitu mendorong seseorang dalam perbuatan yang baik maka harus dilihat dari aspek kompetensi, keinginan dan kebiasaan.
        Pengembangan karakter seseorang sangat ditentukan oleh bagaimana suatu keluarga mengasuh anaknya sejak dini. maka dari itu, peran keluarga sangatlah penting dalam pembangunan karakter seseorang. Dalam hal ini seorang ibu sangat berperan penting untuk bisa mengembangkan karakternya. Dan keluarga yang harmonis dimana adanya saling interaksi yang berjalan lancar antara seorang ibu dan ayah dengan kasih sayang kepada anaknya, maka akan memeberikan lingkungan yang kondusif bagi pembentukan anak.

Menurut Erikson, kesuksesan orang tua membimbing anaknya dalam mengatasi konflik kepribadian di usia dini sangat menentukan kesuksesan anak dalam kehidupan sosial di masa dewasanya kelak (Erikson, Identity: Youth and Crisis, 1968).


25 KARAKTER YANG HARUS DIKEMBANGKAN
  1. Kereligiusan. Pikiran, perkataan, dan tindakan seseorang yang diupayakan selalu berdasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan dan/atau ajaran agamanya.
  2. Kejujuran. Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, baik terhadap diri dan pihak lain.
  3. Kecerdasan. Kemampuan seseorang dalam melakukan suatu tugas secara cermat, tepat, dan cepat.
  4. Tanggung jawab. Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial, dan budaya), negara dan Tuhan YME.
  5. Kebersihan dan kesehatan. Segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang bersih dan sehat dan menghindarkan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan.
  6. Kedisiplinan. Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
  7. Tolong-menolong. Sikap dan tindakan yang selalu berupaya menolong orang.
  8. Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif. Berpikir dan melakukan sesuatu berdasarkan kenyataan dan/atau nalar untuk menghasilkan cara dan/atau produk baru atau termutakhir.
  9. Kesantunan. Sifat yang halus dan baik dari sudut pandang tata bahasa maupun tata perilakunya ke semua orang.
  10. Ketangguhan. Sikap dan perilaku pantang menyerah atau tidak pernah putus asa ketika menghadapi berbagai kesulitan dalam melaksanakan kegiatan atau tugas sehingga mampu mengatasi kesulitan tersebut dalam mencapai tujuan.
  11. Kedemokratisan. Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
  12. Kemandirian. Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
  13. Keberanian mengambil risiko. Kesiapan menerima risiko/akibat yang mungkin timbul dari tindakan nyata.
  14. Berorientasi pada tindakan. Kemampuan untuk mewujudkan gagasan menjadi tindakan nyata.
  15. Berjiwa kepemimpinan. Kemampuan mengarahkan dan mengajak individu atau kelompok untuk mencapai tujuan dengan berpegang pada asas-asas kepemimpinan berbasis budaya bangsa.
  16. Kerja keras. Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan guna menyelesaikan tugas (belajar/pekerjaan) dengan sebaik-baiknya.
  17. Percaya diri. Sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap pemenuhan tercapainya setiap keinginan dan harapannya.
  18. Keingintahuan. Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
  19. Cinta ilmu. Cara berpikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap pengetahuan.
  20. Kesadaran akan hak dan kewajiban diri dan orang lain. Sikap tahu dan mengerti serta melaksanakan apa yang menjadi milik/hak diri sendiri dan orang lain serta tugas/kewajiban diri sendiri serta orang lain.
  21. Kepatuhan terhadap aturan-aturan sosial. Sikap menurut dan taat terhadap aturan-aturan berkenaan dengan masyarakat dan kepentingan umum.
  22. Menghargai karya dan prestasi orang lain. Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain.
  23. Kepedulian terhadap lingkungan. Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah dan memperbaiki penyimpangan dan kerusakan (manusia, alam, dan tatanan) di sekitar dirinya.
  24. Nasionalisme. Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsanya.
  25. Menghargai keberagaman. Sikap memberikan respek/hormat terhadap berbagai macam hal baik yang berbentuk fisik, sifat, adat, budaya, suku, dan agama.




Senin, Oktober 20, 2014

Alasan Masuk Teknik Industri

Alasan Masuk Teknik Industri


Awalnya saya daftar online untuk masuk universitas gunadarma. Disitu saya harus pilih 2 jurusan, saya memilih psikologi dan manajemen.. Ternyata jurusan manajemen pagi itu penuh dan saya terpaksa harus pilih jurusan lain.. Saya searching sana sini jurusan yang ada di universitas Gunadarma, salah satu jurusannya yaitu teknik industri. Saya cari tau semua yang berhubungan dengan teknik industri, saya tertarik akan jurusan teknik industri ini yang akhirnya saya memilih jurusan teknik industri pada pendaftaran online itu.          
Ketika tes masuk universitas Gunadarma, ada seorang senior yang melihat-lihat jurusan yang dipilih. Dan disitu saya disuruh ganti jurusan psikologi karena penuh.. Disitu saya bingung harus ganti jadi jurusan apa padahal prioritas utama jurusan yang saya pilih itu psikologi.
Tes selesai, saya harus ke ruangan admin untuk mengganti jurusan. Saya pilih akuntansi karena saya bingung harus pilih jurusan apalagi yang penting jurusan dua2nya diisi karena kalau salah satu tidak diisi nilai gak akan keluar.
Setelah lama menunggu hasil tes ternyata saat pengumuman saya dinyatakan lulus dan harus memilih salah satu jurusan teknik industri atau akuntansi?? Saya bingung harus pilih yang mana. Saya cari tau lebih dalam lagi tentang teknik industri dan akuntansi.. Akhirnya saya lebih tertarik memilih teknik industri karena prospek kerja yang sangat luas, basicnya juga IPA. Dan semua itu adalah alasan saya memilih jurusan teknik industri.

Copyright @ 2013 PEREMPUAN PERINDU SYURGA.